Perbedaan FanSub dan FanDub

Perbedaan FanSub dan FanDub

FanSub dan FanDub adalah 2 istilah yang memiliki jangkauan luas, bukan hanya di dunia anime saja. Namun fansub dan fandub sangat identik dengan dunia per-anime-an, lantas apakah yang dimaksud fansub dan fandub itu? Berikut perbedaan fansub dan fandub.

Sumber: www.themebeta.com

FanSub kependekan dari Fan-Subtitled adalah alih bahasa yang dibuat fan (penggemar), alih bahasa yang dibuat berupa sub judul teks terjemahan dari bahasa asli.

FanDub kependekan dari Fan-Dubbed adalah alih suara yang dibuat fan (penggemar), jadi suatu percakapan didalam film seperti anime di dubbing ulang oleh penggemar menjadi suara mereka. Bisa di dubbing untuk diterjemahkan ke bahasa lain ataupun di dubbing untuk tujuan parodi.

Kedua istilah ini sering kita temui di Indonesia, terutama untuk fansub. Kenapa? Karena kebanyakan orang lebih banyak mengunduh video kesukaan mereka di internet, khusus nya video anime sendiri. Sekarang kita dengan mudah mencari video anime di internet plus ditambah subtitle gratis yang sudah terpasang di video.

Meskipun begitu beberapa orang mencekal perbuatan yang dilakukan fansub maupun fandub, dibeberapa negara tindakan ini dilarang karena melanggar hak cipta tindakan pendistribusian materi yang di subtitle atau di dubbing oleh fan. Namun faktanya kelompok fansub maupun fandub tidak mengambil keuntungan finansial dari kegiatan mereka meskipun ada beberapa kelompok tertentu yang melakukannya.

Fansub dari dulu sudah memegang kode etik karena fansub tidak menganggap diri mereka pembajak, meraka melakukannya secara suka rela dan tidak ditujukan untuk komersial karena fansub dibuat dari fan untuk fan.

Namun dibalik kontroversi mengenai fansub dan fandub ada hal yang menurut saya baik untuk para pembuat film yang di subtitle atau di dubbing, karena pengalih bahasa yang dibuat oleh fan akan memudahkan penggemar lainnya yang tidak paham bahasa asli dari film jadi dapat memahaminya.

Terima kasih sudah membaca!
Perbedaan Galge dan Eroge

Perbedaan Galge dan Eroge

Galge dan Eroge bukan lah hal aneh lagi untuk para penggemar AnimeLovers, istilah tersebut sering kita temui dibeberapa film anime favorit kita seperti contohnya anime yang menceritakan Galge ada di anime Saekano dan anime yang menceritakan Eroge ada di anime Oreimo.

Galge dan Eroge sebenarnya sama-sama termasuk dalam jenis Game yang umumnya memiliki grafik anime, target dari kedua game ini umumnya ditargetkan untuk kaum pria khususnya pria lajang. Galge dan Eroge sendiri cukup populer di negara asalnya yaitu Jepang.

Lantas apa perbedaan Galge dan Eroge ini? Meskipun tidak perlu bertele-tele membahas apa itu perbedaan Galge dan Eroge karena intinya perbedaannya adalah Galge bisa dikatakan game Kencan dan Eroge adalah game Dewasa.

Namun jika Anda berminat membaca sedikit penjelasan Galge dan Eroge berikut ini, silakan geser ke bawah untuk lanjut membaca.

1. Galge

Game Galge "Hatsukoi no Uta", image by tokyogirlsupdate.com


Galge kependekan dari gyaru gēmu adalah game simulator kencan yang memiliki grafis berbasis anime. Galge termasuk ke dalam game berjenis romance dan biasanya pemain game ini disuruh memilih beberapa pilihan untuk melanjutkan permainan, pilihan yang dipilih pemain biasanya akan mempengaruhi alur atau jalan cerita dari game Galge itu sendiri.

Game Galge mirip dengan Novel Visual, jadi untuk memainkan game ini kita hanya perlu membaca, mengikuti alur cerita dan memilih pilihan yang diberikan dari heroine atau karakter utama dari game yang dimainkan. Mungkin bagi para lajang disini akan menjadi hal yang sedikit sulit, dimana saat memilih pilihan kita harus mengetahui apa pilihan yang diinginkan heroine untuk mendapatkan akhir cerita yang happy ending.

Game ini termasuk game fiksi interaktif yang menampilkan cerita novel dalam bentuk gambar statis yang menggunakan gaya gambar anime. Karena Galge berbasis interaktif jadi untuk melakukan interaksi, game ini menggunakan kotak percakapan dan beberapa sound effect untuk berinteraksi dengan pemainnya.

Dengan hal tersebut game Galge akan menjadi sangat menyenangkan dimainkan dan dapat membuat para lajang tertawa sendiri ditambah lagi jika heroine yang digunakan memiliki paras cantik.

2. Eroge

Perhatian! Artikel ini memiliki kata-kata cukup vulgar yang ditujukan untuk sekedar informasi dan bukan ditujukan untuk hal buruk.

Sumber: imgur.com


Eroge singkatan dari erotic game atau dikenal juga H-game (Game Hentai) adalah game yang termasuk ke dalam genre game dewasa. Istilah Eroge muncul pada awal 1980-an ketika perusahaan-perusahaan Jepang memperkenalkan  produk mikro komputer mereka untuk bersaing dengan Amerika Serikat.

Kemudian tahun 1982 game Eroge Night Life dirilis secara komersial oleh perusahaan Koei sebagai game Eroge komersial pertama. Selanjutnya perusahaan-perusahaan lain seperti EnixSquare dan Nihon Falcom merilis game Eroge mereka.

Namun karena konten yang dimiliki game Eroge begitu vulgar dan banyak mengandung tindak pelecehan seksual, akhirnya game jenis ini banyak menuai kecaman luas dari berbagai media di Jepang.

Game yang memiliki grafik anime ini juga banyak yang termasuk ke dalam game novel interaktif, tokoh utama dari Eroge sendiri biasanya adalah perempuan dengan paras cantik sehingga target pasar utama dari game ini adalah pria. Meskipun juga ada beberapa kategori game Eroge untuk perempuan.

Itulah perbedaan Galge dan Eroge, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat dan menjadi informasi yang menarik. Terima kasih telah membaca!
Perbedaan Lolicon dan Shotacon, jangan samakan dengan Pedofilia!

Perbedaan Lolicon dan Shotacon, jangan samakan dengan Pedofilia!

Apakah Anda seorang Lolicon atau seorang Shotacon? Kedua istilah yang saling berlawanan ini kini sering di salah artikan oleh beberapa kalangan seperti lolicon yang disamakan dengan pedofil, padahal kedua hal tersebut sebenarnya berbeda.
Gambar: wallpapercave.com

Lolicon dan Shotacon sudah menjadi bagian dari Otaku sejak dulu, pernyataan yang tepat mengapa lolicon maupun shotacon sangat dekat dengan Otaku khususnya Anime Lovers adalah penggambaran karakter tokoh yang terkesan seperti anak-anak atau penggambaran visual yang terkesan seperti anak-anak.

Perbedaan Lolicon dan Shotacon

Lolicon  (Lolita Complex) adalah seseorang yang mempunyai ketertarikan terhadap anak gadis dibawah umur, sedangkan Shotacon adalah kebalikannya yaitu seseorang yang mempunyai ketertarikan kepada anak laki-laki dibawah umur.

Lolicon lebih dikaitkan kepada orang yang menyukai objek yang menyukai imut-imut, moe dan manis (2 dimensi/benda mati). Sedangkan Shotacon lebih digunakan kepada seseorang yang lebih menyukai anak laki-laki yang tampan  (2 dimensi/benda mati).

Shotacon sendiri diambil dari nama salah satu karakter manga “Ginator” yaitu Shotaro Kaneda seseorang anak laki-laki tampan yang dapat mengendalikan robot melalui remote control.

Kesalahpahaman Lolicon dan Pedofilia

Banyak orang awam diluar sana yang menyatakan seorang lolicon dapat dipastikan menjadi pedofilia, padahal lolicon sendiri lebih cenderung menyukai objek-objek berbau loli sedangkan pedofilia adalah sebuah kelainan seksual dimana penderitanya memiliki hasrat seksual kepada anak-anak dibawah umur.

Meskipun lolicon berbeda dengan pedofilia, faktanya banyak anime loli yang berbau dewasa sehingga membuat pandangan orang awam semakin negatif terhadap seorang lolicon ataupun bagi para pecinta loli.

Maraknya anime loli ataupun manga loli yang berbau dewasa mungkin disebabkan karena para pejabat Jepang tidak terlalu serius menghadapi pernyataan UNICEF Jepang tentang pernyataan penyeruan terhadap pengetatan undang-undang pornografi anak di Jepang.

Saya sendiri merasa bingung kenapa karakter anime anak-anak harus digambarkan secara vulgar atau mengapa harus ada anime loli berbau dewasa? Padahal hal tersebut sangatlah berdampak buruk bagi penggemar anime, khususnya penggemar karakter loli dan kata "loli" sendiri menjadi sensitif ke arah negatif yang berbau seksual.

Namun apapun itu yang terpenting selama kita menyukai suatu hal tanpa merugikan orang lain, tentunya itu tidak terlalu bermasalah bukan? Seperti seorang lolicon yang menyukai karakter berbau lolita ataupun shotacon yang menyukai karakter anak laki-laki tampan, yang jelas tanpa ada hasrat seksual.

Terima kasih sudah membaca!
Perbedaan Otaku dan Wibu

Perbedaan Otaku dan Wibu

Tentu kalian pernah mendengar istilah Otaku maupun Wibu, beberapa orang keliru mengenai kedua istilah ini. Ada yang menyebutkan Otaku adalah/sama dengan Wibu dan Wibu adalah/sama dengan Otaku. Julukan Otaku dan Wibu biasanya dilontarkan orang kepada seseorang yang menggemari Anime, Manga ataupun yang berbau jejepangan.
 

Namun faktanya Otaku maupun Wibu memiliki beberapa perbedaan dan Juga persamaan, lantas apa sajakah perbedaan antara Otaku dan Wibu? Berikut ulasannya.
Mengenal Apa itu Seiyū, sang pengisi suara anime

Mengenal Apa itu Seiyū, sang pengisi suara anime

Seiyuu atau Seiyū adalah sebutan untuk pengisi suara dijepang, beberapa orang dari kita mungkin lebih mengenal Seiyū sebagai pengisi suara anime. Namun Seiyū buka hanya mengisi suara dari anime saja, Seiyū juga mengisi suara lainnya seperti video game dan sandiwara radio. Di negara lain istilah Seiyū lebih dikenal dengan dubber yang memiliki arti yang sama yaitu pengisi suara.
Sumber: wowjapan.asia


Tidak seperti kelihatannya, menjadi Seiyū bukan lah yang mudah ataupun kita tidak bisa menganggap remeh pekerjaan seorang Seiyū. Meskipun pada awalnya Seiyū hanya pengisi suara dari Sandiwara Radio, kini Seiyū mulai dilirik oleh para pemuda di Jepang sebagai pekerjaan yang cukup terhormat.

Sejarah Seiyū dimulai pada tahun 1925, ketika 12 siswa di Jepang dilatih untuk menjadi seorang pengisi suara sandiwara radio dan juga merupakan Seiyū generasi pertama. Pada saat itu istilah Seiyū belum muncul, surat kabar menyebut mereka dengan Radio Yakusha atau Aktor Radio.

Istilah Seiyū pada saat itu mulai dipakai pertama kali untuk para pemain sandiwara radio Anggota Teater Biro Penyiaran Tokyo dan teatar milik radio lainnya. Istilah Seiyū mulai digunakan pada anime muncul pertama kali pada tahun 1933, film anime tersebut berjudul Chikara to Onna no yononaka yang merupakan sebuah film pendek. Istilah Seiyū sendiri diciptakan oleh Takusaburō Kobayasi waktu menjadi seorang wartawan Yomiuri Shimbun.

Pada tahun 1960 menjadi masa ke emasan Seiyū meskipun pada saat itu, meskipun pekerjaan menjadi seorang Seiyū masih merupakan pekerjaan paruh waktu. Namun meskipun masih menjadi  pekerjaan paruh waktu, pada saat itu disebut masa ke emasan karena banyaknya film impor dari luar negeri ke Jepang.

Baru kemudian pada era 1970'an Seiyū bukan lagi pekerjaan paruh waktu dari permainan sandiwara radio, karena banyaknya majalah seperti majalah Animage yang rajin membuat artikel tentang seiyū sehingga para pemggemar anime menetapkan Seiyū sebagai salah satu profesi idaman dan pada akhirnya istilah Seiyū mulai terkenal di Jepang.

Sedikit catatan saja, pada mulanya orang awam mengira jika seseorang menyebut dirinya seiyū maka akan dikira bekerja di toko serba ada.

Baru pekerjaan Seiyū dikenal lebih luas lagi pada tahun 1990, karena pada saat itu muncul media yang lebih luas lagi seperti internet, game konsol dan DVD (OVA/OAD). Kekuatan internet ternyata begitu kuat pengaruhnya untuk para Seiyū, memasuki pada tahun 2000-an banyak Seiyū yang menjadi net idol (idola internet).

Sekarang, untuk menjadi seorang Seiyū harus menempuh jurusan khusus yaitu jurusan Drama diperkuliahan setelah lulus dari SMA.

Saat mengisi suara anime seorang Seiyū harus mampu menirukan berbagai suara dari berbagai usia, jenis kelamin, suara hewan dan mesin. Maka dari itu banyak karakter anime laki-laki diisi suaranya oleh perempuan, seperti Uzumaki Naruto yang suaranya di isi oleh Junko Takeuchi.

Selain itu banyak kesulitan lainnya yang dihadapi seorang Seiyū yaitu mengepaskan suara dengan karakter yang diisi suarannya. Terkadang seorang Seiyū harus mampu berdialog sendiri pada saat mengisi suara, bayangkan saja untuk mengisi suara film berdurasi 2 jam membutuhkan waktu 7 jam lebih.

Proses pengisian suara seorang seiyū disebut afureko (after recording), afureko sendiri dilakukan seiyū dengan cara merekam dialog sambil melihat percakapan dilayar. Selain afureko, seorang Seiyū harus mampu merekam suaranya sendiri didepan layar kosong atau sketsa dari anime yang diproduksi atau dikenal dengan istilah puresuko (pre-scoring).

Walaupun terlihat berat ternyata gaji seiyū cukup besar yakni sekitar 30.000 yen. Selain itu jika kita sudah menikmati pekerjaan dan jatuh cinta dengan pekerjaan yang kita kerjakan, maka seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan.

Mungkin artikel kali ini kurang begitu lengkap dan pembahasannya kurang begitu mendalam, maka dari itu saya mohon maaf sebesar-besarnya dan saya ucapkan terima kasih sudah membaca!
Profil Singkat Kamen Rider Diend

Profil Singkat Kamen Rider Diend

Kamen Rider Diend adalah kamen rider yang pertama kali muncul di film Kamen Rider Decade, Kamen Rider Diend juga merupakan salah satu kamen rider yang memiliki sifat anti-hero. Sosok asli dari kamen rider ini adalah Kaito Daiki yang merupakan seorang pencuri internasional dan buronan penjahat waktu, Kaito Daiki sendiri diperankan oleh Kimito Totani.
Sumber: imgrumweb.com

Sedikit berbeda dengan kebanyakan rider lainnya alat untuk traformasi menjadi Kamen Rider, Daiki menggunakan senjata berjenis pistol, nama senjatanya sendiri adalah Diend Driver yang ia dapatkan dari hasil mencuri di markas Dai-Shocker. Diend Driver juga merupakan senjata utama dari Daiki saat dalam wujud Kamen Rider maupun sebaliknya.
Sumber: deviantart.com

Seperti yang dilihat dari gambar diatas Diend memiliki pola warna Biru dan Hitam sebagai warna yang paling dominan. Beberapa kemampuan yang dimiliki Diend diantara lain seperti Invisible dan Blast. Berbeda dengan Kamen Rider Decade yang dapat berubah jadi Kamen Rider lain, Diend mampu memanggil Kamen Rider lainnya dengan cara memasukan kartu khusus ke Diend Driver.
K-Touch oleh deviantart.com

Selain itu dalam penampilannya dibeberapa film dia juga mempunyai kemampuan lainnya seperti dalam film Movie Trilogy Kamen Rider Den-O Episode Yellow, Diend mendapatkan K-Touch yang mampu merubahnya ke mode Diend Complete Form serta mampu memanggil Rider lainnya seperti Kamen Rider G4Kamen Rider RyuugaKamen Rider GlaiveKamen Rider OrgaKamen Rider KabukiKamen Rider CaucasusKamen Rider Arc dan Kamen Rider Skull.
Diend Complete Form oleh villains.wikia.com

K-Touch tersebut ia dapatkan dari Reiji Kurosaki seorang polisi waktu yang sekaligus seorang Kamen Rider yang bernama Kamen Rider G Den-O. Walaupun awalnya Reiki mencoba menangkap Daiki, tapi karena suatu alasan ia memberikan K-Touch tersebut ke Daiki untuk melawan Imagine buatan yang dalam bentuk Kamen Rider G Den-O.

Selain kemampuan tersebut Diend  memiliki sebuah robot raksasa yang bernama Big Machine, meskipun Big Machine sendiri ia curi dari Dai-Shocker dan Dai Zangyak didalam film movie Kamen Rider vs Super Sentai: Hero Taisen.
Big Machine oleh tokusatsu.wikia.com

Sosok Daiki sendiri dikenal sangat licik dan egois bahkan ia pernah berkata “Akulah lah satu-satunya yang akan mengadili diriku sendiri” dan “Akulah satu-satunya yang dapat memberi perintah pada diriku sendiri ”, Kalimat tersebut menunjukan sosok Daiki yang begitu egois dan tidak ingin orang lain mencampuri kehidupannya. Begitu juga dalam hal mencuri dengan matian-matian barang curiannya, seperti ucapannya “Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk harta yang paling berharga”.

Namun disisi lain Daiki dapat menjadi sosok yang begitu baik seperti ucapannya pada Reji "Mungkin untukku ini hanya selembar kertas surat biasa. Tapi, bisa jadi ini adalah harta karun bagi seseorang”, saat mengucapkan kata-kata tersebut Daiki sedang dalam situasi menolong Reiji.