Skip to main content

Mengenal Sejarah Anime

Suka dengan anime? Tapi sudah tahukah Anda dengan sejarah anime? Mungkin ada beberapa Anime Lovers atau bahkan Otaku yang suka dengan anime tapi tidak tahu bagaimana dengan sejarahnya. Memang jika suka dengan anime, bukan berarti kita harus mengetahui bagaimana se-detil-nya anime itu.
Sumber: deviantart.com


Anime adalah sebutan untuk kartun asal Jepang, kata anime sendiri adalah kependekan dari kata Anime-shon pelafalan dari kata Animation. Namun kata Anime sering disalah artikan sebagai genre, padahal di Jepang sendiri anime merujuk kepada format animasi seluruh dunia. Genre yang dimaksud adalah anime dikategorikan sebagai kartun buatan atau bergaya Jepang.

Meskipun begitu beberapa Anime lovers pasti ada yang penasaran "Bagaimana kah sejarah anime itu?".

Sejarah anime dimulai pada awal abad 20-an, pada saat itu para pembuat film di Jepang mencoba bereksperimen dengan teknik pembuatan animasi yang dibuat oleh para pembuat animasi negara-negara barat.

Kemudian pada tahun 1917 Oten Shimokawa berhasil membuat karya anime pertamanya yaitu “Imoukawa Makuzo Genkanban no Maki” sebagai anime pertama anime ini benar-benar sangat begitu sederhana, hanya berpenampilan tanpa warna dan tidak memiliki suara (anime bisu). Jelas saja, mungkin saat itu belum ada teknologi yang mampu memberi warna dan suara untuk anime.

Ditambah lagi durasi anime ini hanya 5 menit saja, meskipun begitu proyek anime ini membutuhkan waktu pengerjaan 6 bulan loh. 

Kemudian tahun 1918 Seitaro Kitayama membuat sebuah anime yang berjudul “Saru kani Kassen” dan “Momotaro”,  anime ini ia buat untuk pihak Movie Company Nihon Katsudo Shashin. Selanjutnya pada tahun yang sama Seitaro membuat anime yang berjudul “Taro no Benpei”.

Oten Shimokawa, Seitaro Kitayama dan ditambah Jun'ichi Kōuchi (Hanahekonai meitou no maki, 1917) dikenal sebagai bapak-bapak anime, sekaligus menjadi para animator pertama yang muncul pada tahun 1910-an.

Tahun 1927 Amerika Serikat berhasil membuat animasi yang memiliki suara, meskipun pada saat itu animasi masih menggunakan backsound musik. Pada tahun yang sama pula Jepang mengikuti langkah Amerika Serikat, Melalui karya Noburo Ofuji Jepang akhirnya berhasil membuat anime bersuara (backsound musik) pertama miliknya yang berjudul “Kujira”.

Sedangkan anime yang "berbicara" (adanya percakapan) pertama adalah “Kuro Nyago” yang masih hasil karya Ofuji dibuat pada tahun 1930. Sedangkan anime dengan judul “Chikara To Onna No Yononaka” karya Kenzo Masaoka tahun 1932 menjadi anime pertama yang menggunakan track optic sekaligus menjadi anime pertama yang menjadi awal kebangkitan Seiyuu (pengisi suara/dubber) dan Anime yang tercatat rilis sebelum meletus perang dunia II.

Pada Perang Dunia II anime propaganda dibuat seperti “Momotarō no Umiwashi” (1943) sebagai anime pertama yang memiliki durasi lebih dari 30 menit dan “Momotarō: Umi no Shinpei” (1945) sebagai anime pertama yang memiliki durasi panjang yaitu 72 menit oleh Masaoka dan muridnya Senoo Kosei.

Setelah Perang Dunia II industri anime bangkit kembali, berkat Osamu Tezuka orang yang dijuluki "God of Manga" sekaligus menjadi awal bangkitnya kembali Manga.

Lanjut ke tahun 1963, Osamu Tezuka kembali membuat karya animenya yang berjudul “Tetsuwan Atom” atau lebih kita kenal dengan Astro Boy. Astro Boy menjadi anime pertama yang mencapai ke populerannya.

Sekarang anime sudah berkembang dibandingkan zaman dulu, dengan grafik yang sangat bagus dan jalan cerita yang lebih komplek membuat penggemar anime semakin betah menonton anime. Selain itu bisnis anime menjadi bisnis yang sangat menggiurkan, namun sayangnya para Animator (sebutan untuk pembuat anime) enggan bekerja secara profesional karena gaji nya yang dinilai kecil.

Terima kasih sudah membaca!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar