Skip to main content

#StayHome: Perbedaan Hikikimori dan NEET

Apakah Anda seorang penyendiri? Jika, Ya! Tipe manakah Anda sebagai seorang penyendiri? Ada banyak tipe-tipe orang penyendiri salah satunya seperti NEET dan Hikikimori, tapi apakah Anda sudah mendengar kedua istilah tersebut? Jika Anda baru mendengar atau belum tahu istilah ini silakan Anda scroll kebawah untuk lanjut membaca.


Hikikimori

Hikikimori adalah dimana kondisi seseorang mengurung diri didalam rumah, hikikimori berasal dari bahasa jepang yang artinya menarik diri atau mengurung diri. Seorang hikikimori akan lebih menarik diri dari kehidupan sosial dan lebih mengurung diri dirumah untuk menghabiskan waktunya.

Dikutip dari wikipedia.org “Menurut psikiater Tamaki Saitō, hikikomori adalah "Sebuah keadaan yang menjadi masalah pada usia 20-an akhir, berupa mengurung diri sendiri di dalam rumah sendiri dan tidak ikut serta di dalam masyarakat selama enam bulan atau lebih, tetapi perilaku tersebut tampaknya tidak berasal dari masalah psikologis lainnya sebagai sumber utama."”.

Seorang Hikikimori pada umumnya berperilaku seperti:
  1. Menghindari pergaulan dimasyarakat
  2. Lebih memilih mengurung diri dikamar seharian
  3. Menghabiskan waktu dengan bermain game atau menonton.
  4. Biasanya dilakukan dalam durasi yang cukup lama (biasanya 6 bulan).

NEET

NEET kependekan dari Not EmploymentEducation or Traning dapat diartikan sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan, Edukasi (Pendidikan) dan Pelatihan. Bisa dikatakan seorangu NEET adalah pengangguran yang kerjaannya cuma bermalas-malasan, namun tidak perlu berarti negatif karena ada juga NEET yang disebabkan latar belakang kemiskinan.

Istilah ini pertama kali digunakan di Inggris dan menyebar ke negara-negara di wilayah lain, klasifikasi NEET di Inggris terdiri dari orang-orang berusia 16-24 sedangkan di Jepang klasifikasi dimulai dari usia 15-34. Di jepang sendiri istilah NEET lebih dikenal dengan Mogyousha atau pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Tipe NEET

  1. Yanke: lebih suka bersenang-senang.
  2. Hikikimori: lebih penyendiri, tidak suka bersosialisasi dengan orang lain.
  3. Tachisukumu: tipe ragu-ragu, apapun yang dicoba tipe ini selalu ragu-ragu saat mencoba sesuatu.
  4. Tsumazuki: tipe kegagalan, pernah mengalami kegagalan seperti dalam bidang pekerjaan, percintaan ataupun prestasi.

Perbedaan NEET dan Hikikimori

Sekilas NEET dan Hikikimori mempunyai sikap yang hampir sama yaitu sama-sama menjauhi sosialisasi. Namun, NEET dan Hikikimori dapat dibedakan dengan cukup jelas dari artinya sendiri seperti, anak sekolahan dapat jadi Hikikimori sedangkan menjadi NEET dirasa tidak mungkin karena adanya edukasi yang didapat untuk anak sekolah.

Anak sekolah yang menjadi Hikikimori biasanya lebih cenderung pendiam saat di sekolah dan lebih memilih berdiam diri di rumah setelah pulang sekolah, berbeda dengan seorang NEET yang tidak memiliki edukasi sama sekali.

Penyebab terjadinya NEET dan Hikikimori

  1. Adanya masalah dilingkungan sosial yang menyebabkan seorang NEET/Hikikimori tertekan dan enggan bersosialisasi sehingga menarik dirinya dari lingkungan masyarakat dan lebih memilih berdiam diri dirumah.
  2. Tindakan Bullying yang dialami NEET/Hikikimori sehingga korban merasa takut untuk memilih pergaulan dan/atau bergaul dengan orang lain.
  3. Sulitnya mendapatkan akses pendidikan atau pekerjaan sehingga seseorang tersebut lebih memilih malas-malasan (untuk sebagian orang).
  4. Teknologi yang semakin maju yang menyebabkan seorang lebih memilih bermain dengan teknologi dan menghabiskan waktunya seperti bermain game, streamming dan lainnya.

Jadi Anda seorang Hikikimori atau NEET? Semoga apapun yang kita kerjakan tidak menjadi masalah atau bermasalah bagi orang lain ataupun diri sendiri.

Terima kasih sudah membaca!


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar